Bolehkah Ormas Islam Jadi Penjaga Gereja ??

25 Desember, 2007

Menjelang perayaan Natal 25 Desember 2006 lalu, diberitakan sejumlah ormas Islam berpartisipasi dlm pengamanan Natal di gereja – gereja. Fenomena spt ini muncul berawal pada masa-masa akhir kekuasaan rezim diktator militer Soeharto, terutama setelah terjadi peristiwa BOM di malam Natal pada tahun 2000.

Mereka adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Banser NU, dan Forum Betawi Rembug. Bentuk kesiapan IMM antara lain mendirikan pos komando (posko) pengamanan & pengaduan di sekitar gereja, terutama di daerah-daerah yang tingkat kerawanan konfliknya tinggi, seperti Maluku, Palu, dan Kupang. Jika fenomena ini di motivasi oleh adanya asumsi bahwa suasana ibadah di gereja – gereja tidak aman karena adanya teror dari gerakan Islam garis keras , maka aktivitas ini bisa berarti adu domba. Tapi, bila motiuasinya sebagai wujud toleransi beragama, brarti menjadi jongos umat agama lain.
Toleransi ideologis tidak mendapat pembenaran dlm Islam, sedang toleransi keamanan merupakan otoritas aparat keamanan/polisi, bukan ormas Islam.

Natalan, walaupun berkaitan dgn Isa al-Masih, manusia agung lagi suci, namun ia dirayakan oleh umat kristen yg pandangannya terhadap al- Masih berbeda dgn pandangan Islam. Nah, menghadiri perayaannya saja dapat menimbulkan kesalahpahaman dan dapat mengantar kepd pengaburan akidah, apalagi menjaga gereja ?!
Ini dapat dipahami sbg pengakuan akan ketuhanan al- Masih, satu keyakinan yang secara mutlak bertentangan dgn akidah Islam.
Dengan kacamata itu, lahir larangan dan fatwa haram, sampai ada yang beranggapan jangankan ucapan selamat, aktifitas apapun yang berkaitan dgn Natal tidak dibenarkan, sampai jual beli untuk keperluan Natal.

Larangan ini muncul dalam rangka upaya memelihara akidah. Karena, kekhawatiran kerancuan pemahaman, agaknya lebih banyak ditujukan kepada mereka yang dikhawatirkan kabur akidahnya.
Agama, sebelum negara, menuntut agar kerukunan umat dipelihara. Karenanya salah, bila kerukunan dikorbankan atas nama agama. Tetapi, juga salah pula bila kesucian akidah ternodai oleh atau atas nama kerukunan. Teks keagamaan yang berkaitan dgn akidah sangat jelas, dan juga rinci. Itu semua untuk menghindari kerancuan dan kesalahpahaman.
Wallahu a’lam.

Entry Filed under: Opinion. Tag: , , , , , , , .

1 Comment Add your own

  • 1. Toleransi Yang Luar Biasa « HERIANTO ’s blog  |  27 Desember, 2007 at 10:48 am

    [...] Eh, jangankan sekedar pro aktif bahkan sejumlah teman2 muslim lain telah dengan rela (ikhlas kah ?) mengawal kegiatan peribadatan di sejumlah gereja akibat teror (bom siluman) masa lalu yang konon secara tidak langsung [...]

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


a

Arsip

Yang Sering Dibaca

Dari Sahabat

Ratna di About TGR
darrr di Manfaat Air Kelapa Bagi K…
Velisa di Pengaruh Buruk Televisi Terhad…
blog owner di Landasan Filosofi Pancasi…
die di Terima Email semudah Terima…
yoana di Manfaat Air Kelapa Bagi K…
Eddy di Terima Email semudah Terima…

Yang Online Sekarang…

Yang Kunjung udah....

Kunjungan Menarik

Tegar lovers

Blogger Indonesia
Blog Tutorial & Tips

Kontak

Add to Technorati Favorites

Pesan Tegar

Thanks banget buat semua blogger yang sudah mampir ke Blog TEGAR. JANGAN LUPA..!!! tinggalkan komentar, saran, kritik. Ok....sebagai pengingat LINK atau catat alamat Blog ini : http://www.tegar.co.nr yang alamat sejatinya : http://tegarku.wordpress.com
eXTReMe Tracker

Meta

Yang Sempet Mampir…