Bolehkah Ormas Islam Jadi Penjaga Gereja ??
25 Desember, 2007
Mereka adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Banser NU, dan Forum Betawi Rembug. Bentuk kesiapan IMM antara lain mendirikan pos komando (posko) pengamanan & pengaduan di sekitar gereja, terutama di daerah-daerah yang tingkat kerawanan konfliknya tinggi, seperti Maluku, Palu, dan Kupang. Jika fenomena ini di motivasi oleh adanya asumsi bahwa suasana ibadah di gereja – gereja tidak aman karena adanya teror dari gerakan Islam garis keras , maka aktivitas ini bisa berarti adu domba. Tapi, bila motiuasinya sebagai wujud toleransi beragama, brarti menjadi jongos umat agama lain.
Toleransi ideologis tidak mendapat pembenaran dlm Islam, sedang toleransi keamanan merupakan otoritas aparat keamanan/polisi, bukan ormas Islam.
Natalan, walaupun berkaitan dgn Isa al-Masih, manusia agung lagi suci, namun ia dirayakan oleh umat kristen yg pandangannya terhadap al- Masih berbeda dgn pandangan Islam. Nah, menghadiri perayaannya saja dapat menimbulkan kesalahpahaman dan dapat mengantar kepd pengaburan akidah, apalagi menjaga gereja ?!
Ini dapat dipahami sbg pengakuan akan ketuhanan al- Masih, satu keyakinan yang secara mutlak bertentangan dgn akidah Islam.
Dengan kacamata itu, lahir larangan dan fatwa haram, sampai ada yang beranggapan jangankan ucapan selamat, aktifitas apapun yang berkaitan dgn Natal tidak dibenarkan, sampai jual beli untuk keperluan Natal.
Larangan ini muncul dalam rangka upaya memelihara akidah. Karena, kekhawatiran kerancuan pemahaman, agaknya lebih banyak ditujukan kepada mereka yang dikhawatirkan kabur akidahnya.
Agama, sebelum negara, menuntut agar kerukunan umat dipelihara. Karenanya salah, bila kerukunan dikorbankan atas nama agama. Tetapi, juga salah pula bila kesucian akidah ternodai oleh atau atas nama kerukunan. Teks keagamaan yang berkaitan dgn akidah sangat jelas, dan juga rinci. Itu semua untuk menghindari kerancuan dan kesalahpahaman.
Wallahu a’lam.
Entry Filed under: Opinion. Tag: akhlak, akidah, arsip, artikel, dakwah, islam, Opinion, Renungan.
1 Comment Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed













1. Toleransi Yang Luar Biasa « HERIANTO ’s blog | 27 Desember, 2007 at 10:48 am
[...] Eh, jangankan sekedar pro aktif bahkan sejumlah teman2 muslim lain telah dengan rela (ikhlas kah ?) mengawal kegiatan peribadatan di sejumlah gereja akibat teror (bom siluman) masa lalu yang konon secara tidak langsung [...]