Kunci Sebuah Pengorbanan
19 Desember, 2007
Sebagian besar kaum muslimin memahami ibadah kurban dgn semangat Kapitalis-materialis, tidak dgn semangat menomor-satukan Allah. Sehingga masih ada di kepribadian umat ini “rasa bakhil” terhadap harta bendanya.
Nyatanya, Rumah bagus dan mewah, mobil lebih dari satu, penghasilan yg sangat fantastik besarnya, tapi, hewan kurbannya cuma seekor kambing. Bahkan, ada yang berkurban dgn lembu, tapi dgn “model patungan”.
Apakah hal semacam ini tidak tergolong kaum yang bakhil ???
Betapa sangat berbahayanya jika sikap keagamaan dan perilaku keberagaman dibarengi dgn semangat kapitalisasi-materialisasi agama.
Rendahnya akhlak bangsa ini menunjukkan secara nyata, hutan kita telah hancur, terumbu karang sangat memprihatinkan, korupsi telah menjadi penyakit nasional yg parah hingga sangat sulit disembuhkan, riba telah menjadi panglima ekonomi rakyat, zina telah menjadi “legalitas sosial” dan tidak dpt dihilangkan, agama telah diperlakukan dgn semangat kapitalisasi-materialisasi, orang – orang culas di dudukkan sebagai seorang ulama yang digandrungi, dusta telah menjadi kebanggaan. Akibatnya, bisa kita lihat betapa hancurnya bangsa ini.
Jadi, tidak salah manakala “sistem Tuhan” atau yang lazim dikenal dgn sunnatullah berlaku, karena telah menjadi ketetapan-Nya. Yaitu, akhlak yg rendah secara sunnatullah pasti akan melahirkan musibah.
Untuk itu, kunci pengorbanan adalah al-mauhid (menomor-satukan Allah) karena, jika al-mauhid dan kecerdasan sosial tidak dimiliki bangsa ini, maka Indonesia ke depan akan kehilangan generasinya (lost generation).
Entry Filed under: Renungan. Tag: Agama, akhlaq, arsip, artikel, islam, Opinion, Pendidikan, Renungan.
2 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed













1.
jendelahatiku | 19 Desember, 2007 at 6:36 pm
Setuju, yang paling utama apabila ingin negeri ini gemah ripah loh jinawi yaa kembali ke Sunnatullah. Manusia yang khalifah di dunia harus lah berakhlak mulia.
Salam kenal dari http://www.jendelahatiku.wordpress.com
* TGR *
Salam kenal juga
2.
INE | 21 Desember, 2007 at 6:58 pm
kok warnanya gak muncul yaaa
# TGR #
komentar-nya
gak nyambung